26.2.11

Penyebab Jantung Berhenti Berdetak

Jantung adalah otot terpenting dalam tubuh manusia. Tanpa detaknya, manusia tidak bernyawa. Apa penyebab jantung berhenti berdetak? Selain dipanggil oleh Yang Kuasa melalui penyakit ataupun penyebab lainnya, jantung yang sehat idealnya tidak berhenti berdetak hingga ajal alamiah manusia tiba.

Dalam hal ini, pertanyaannya adalah: apa yang membuat organ penting ini berhenti berdetak karena kerusakan organ itu sendiri? Beberapa di antaranya adalah:

1. Penyumbatan Pada Jantung
Fungsi jantung adalah untuk menjaga sirkulasi darah di dalam tubuh, ibarat pompa air di rumah kita yang menyedot air dari sumbernya kemudian mengirimkannya ke saluran-saluran di mana keran di buka. Ada bilik yang digunakan untuk menyedot darah untuk kemudian di pompa di bilik yang lain. Penyumbatan pada jantung bisa terjadi pada kedua bilik. Apabila penyumbatan total terjadi di salah satu bilik, maka bilik lain juga akan berhenti dengan sendirinya. Di saat itu, jantung juga bisa berhenti bekerja.

2. Forsir Kerja Jantung
Materi penyumbat yang paling utama adalah lemak yang menumpuk dan mengendap. Lemak jenuh dari makanan akan terbawa oleh darah seiring darah disedot dan dipompa melewati jantung. Saat melewati organ ini, ada lemak yang tertinggal dan terbentuklah sedimen (endapan). Hal ini bisa diibaratkan pompa air di rumah yang tersumbat oleh endapan tanah yang terbawa oleh air melewati pompa. Hal ini memaksa jantung untuk bekerja lebih keras (terforsir), sehingga masa kerjanya juga menjadi lebih singkat. Lemak jenuh yang terkandung di dalam darah juga menyebabkan darah menjadi lebih kental, sehingga menyebabkan jantung lebih sulit memompa. Ibarat pompa air yang bekerja lebih keras dan mudah rusak apabila dipaksa untuk memompa lumpur daripada memompa air yang jernih.

3. Pembawaan Jantung Lemah
Hal ini perlu diwaspadai karena faktor risiko akan menjadi lebih besar apabila 2 penyebab di atas juga membebani pembawaan jantung yang lemah. Individu dengan pembawaan jantung lemah sebaiknya memiliki perhatian yang lebih besar untuk mencegah terjadinya 2 hal di atas.


Penulis : Ade Rai - Health Ambassador & Fitness Motivator

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan masukkan : Komentar, Pemesanan, dan Pertanyaan : (sertakan alamat email Anda)